Pages

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 03 Februari 2014

Tampilan Terbaru Windows 8.1 Bocor


Update atau pembaruan pertama dari Windows 8.1 dikabarkan akan tersedia pada 11 Maret 2014 mendatang. Namun, sebelum tanggal tersebut tiba, filebocoran dari update tersebut telah tersebar ke berbagai situs.

Update terbaru ini menghadirkan berbagai perubahan. Seperti dikutip dari The Verge, Selasa (4/2/2014), Microsoft ingin meningkatkan pengalaman penggunaan mouse dankeyboard di Windows 8.1 update 1 tersebut. 

Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menambah sebuah title bar baru di aplikasi bergaya Windows 8. Melalui title bar ini, pengguna bisa memilih untuk menutup, minimize, dan snap aplikasi hanya dengan menggunakan mouse.

Pada tampilan Metro, kini pengguna dapat mengubah-ubah kotak atau Live tile dengan mudah. Cukup klik kanan, pengguna akan dihadapkan dengan berbagai pilihan kustomisasi, seperti mengubah ukuran kotak, unpin, dan masih banyak lagi.

Dalam update pertama ini, Microsoft akan membawa tombol Search dan Shutdown langsung ke layar Start. Dengan klik ikon berbentuk kaca pembesar, pengguna bisa mencari konten yang ada di PC. Sementara, tombol Shutdown mengizinkan pengguna untuk mematikan, sleep, dan restart komputer.
Satu tambahan lainnya, pengguna dapat mengatur agar aplikasi Windows Store muncul di bagian taskbar. Dengan cara ini, pengguna dijamin akan lebih mudah mengakses toko aplikasi digital tersebut.
Windows 8.1 sendiri untuk pertama kalinya dirilis pada 18 Oktober 2013 lalu. Sistem operasi ini merupakan update besar-besaran dari Windows 8 yang diluncurkan pada tahun 2012 silam.




Google Now Sudah Bisa Digunakan di PC

Google akan membawa fitur asisten digitalnya, Google Now ke PC. Sebelumnya, Google Now lebih dulu hadir di Android dan iOS.
Peramban (browser) Google Chrome terbaru yang masih dalam tahap beta memiliki opsi untuk mengaktifkan Google Now. Terdapat pilihan untuk menjadikan Google Now ditampilkan sebagai tab notifikasi yang bisa muncul di layar, demikian dikutip dari Digital Trends (18/1/2014).
Seperti yang ditulis dalam blog Google Operating System (bukan blog resmi Google), fitur Google Now ini bisa diaktifkan pengguna Chrome dengan mengetik "chrome://flags/#enable-google-now" dalam kolom URL browser. Ganti setting tersebut dari Default menjadi Enabled, lalu klik "Relaunch Now" di bagian bawah.

Selanjutnya, restart browser dan sign in ke Google Chrome dengan akun Google, atau membuka tautan http://google.com/now, Anda bisa menikmati layanan Google Now di browser desktop. Fitur ini terdapat dalam browser terbaru Chrome Canary baik untuk Windows atau Mac.
Jika pengguna mengaktifkan Google Now di perangkat mobile mereka, maka Cards yang ditampilkan di desktop juga akan menyesuaikan, seperti Cards untuk cuaca, skor pertandingan, lalu-lintas, atau event reminder.
Beberapa Cards akan menampilkan informasi berdasar pada lokasi perangkat mobile. Google Now di desktop mengambil informasi lokasi tersebut dari perangkat mobile, bukan berdasar pada PC yang digunakan pengguna.
Banyak pengguna Android yang "dipaksa" menggunakan Google Now dalam perangkat mereka, seiring dengan update terbaru. Fitur tersebut otomatis muncul setelah update, walau bisa dinonaktifkan dari setting Google Search. Hasilnya, banyak pengguna mobile yang tidak menyukai fitur tersebut, atau belum bisa menerimanya.
Lalu setelah ini, apakah Google Now juga bakal diterima di versi desktop?

Gmail Sempat Tumbang, Ini Penjelasan Google

Layanan penting milik Google, seperti Gmail, Google Plus, Calendar, dan Documents, sempat bermasalah, Sabtu malam (24/1/2014). Akibat dari masalah ini, layanan tersebut sempat tidak bisa diakses oleh penggunanya untuk sementara waktu.

Pihak Google sendiri sudah angkat bicara mengenai masalah tersebut. Menurut Ben Treynor, VP Engineering Google, dalam blog resmi perusahaan, penyebab utama dari permasalahan tersebut berasal dari bug atau "kutu" pada software internal. 

Bug tersebut membuat permintaan data oleh pengguna diabaikan oleh sistem, dan layanan Google yang sudah disebutkan sebelumnya menjadi eror.

"Sistem internal yang menghasilkan konfigurasi—pada dasarnya informasi yang memberi tahu sistem lain untuk patuh—menemui sebuah bug pada software dan mulai menghasilkan konfigurasi yang salah," tulis Treynor.

"Konfigurasi yang salah tersebut dikirimkan ke layanan live selama 15 menit berikutnya, menyebabkan permintaan pengguna untuk data mereka diabaikan, dan layanan tersebut, pada gilirannya, mengalami eror," lanjut Treynor.

Masih menurut Google, sekitar 10 persen dari pengguna mereka terkena masalah ini. Durasi gangguan di setiap pengguna tampaknya berbeda-beda, dari 30 menit hingga 1 jam. Oleh karena adanya gangguan tersebut, pihak Google pun meminta maaf.

"Apakah efeknya singkat atau berlangsung selama satu jam, mohon terima permintaan maaf kami," ujar Treynor.

Saat ini semua layanan yang bermasalah tersebut sudah bisa diakses kembali.

Instagram Tumbuh Pesat, Facebook Masih Berkuasa

Layanan Facebook dan Instagram kini dikelola oleh satu perusahaan. Namun, keduanya tetap bersaing dalam hal popularitas untuk menambah jumlah pengguna dan meningkatkan bisnis.

Facebook masih menjadi jejaring sosial terbesar di dunia, dengan 1,19 miliar pengguna, sementara Instagram 150 juta pengguna pada kuartal ketiga 2013. Tetapi, pertumbuhan jumlah pengguna baru Facebook ternyata tidak sebesar Instagram.

Dalam survei yang dilakukan GlobalWeb Index pada kuartal empat 2013, dan dipublikasikan pada Januari 2014 tersebut, tercatat Facebook hanya mengalami pertumbuhan pengguna aktif sebesar 3 persen saja. Sementara saudara tirinya, Instagram, mencapai 23 persen.

Bahkan, saking pesatnya jumlah pengguna baru Instagram, sampai-sampai mengalahkan gabungan pengguna baru Facebook, Twitter, dan Pinterest.

Namun jika diranking berdasar jejaring sosialnya, Facebook tetap berada di peringkat atas dari sisi kepemilikan akun (83 persen), penggunaan aktif (49 persen), dan frekuensi kunjungan (56 persen pengguna Facebook masuk ke layanan ini lebih dari sekali dalam sehari).

Facebook kini lebih fokus dalam bisnis perangkat mobile. Mereka terus menyempurnakan layanan di perangkat mobile, begitu juga Instagram.

Mobile

Hal serupa juga dilakukan jejaring sosial Twitter. Selama 2013, perusahaan yang berbasis di San Francisco, California, AS, ini, terus melakukan perubahan dan perbaikan, seperti tampilan halaman utama dan penambahan fitur berkirim pesan secara personal.

Lembaga riset GlobalWeb Index merilis data bahwa pada kuartal empat 2013, akses sosial media dari perangkat mobile telah melampaui PC. Sebanyak 66 persen pengguna mengakses jejaring sosial dari perangkat mobile.

GlobalWeb Index juga memprediksi jejaring sosial baru yang akan populer di masa depan. Mereka adalah YouTube dan Tumblr.

Di masa depan, makin banyak pengguna yang mengakses jejaring sosial dengan platformyang berbeda-beda pula, sehingga interaksi sosial sehari-hari akan lebih bervariasi. 

Setiap Harinya, Facebook Dibuka 750 Juta Orang


Jumlah "penduduk" aktif jejaring sosial Facebook terus meroket naik. Hal tersebut semakin memperlihatkan dominasi layanan buatan Mark Zuckerberg ini di bisnis jejaring sosial global.

Pada Kamis (30/1/2014), sambil merilis laporan keuangan kuartal IV 2013, Facebook juga membeberkan update terbaru jumlah pengguna aktifnya.

Seperti dikutip dari The Next Web, tercatat dalam Desember lalu, pengguna aktif bulanan Facebook kini sudah melewati angka 1,23 miliar akun. Menurut klaim Facebook, nilai tersebut menunjukkan peningkatan hingga 16 persen dari periode yang sama pada tahun 2012.

Kebanyakan dari pengguna aktif bulanan tersebut mengakses Facebook melalui perangkat mobile, seperti ponsel pintar dan tablet. Facebook mengungkapkan, ada 945 juta pengguna yang mengakses jejaring sosial ini melalui mobile. Angka tersebut melambangkan 39 persen peningkatan dari tahun sebelumnya.

Sementara, rata-rata jumlah pengguna harian Facebook telah mencapai angka 757 juta akun. Pengguna yang mengakses Facebook setiap harinya juga tidak kalah besar, yaitu sebesar 556 juta akun.

Seperti sebelum-sebelumnya, angka pengguna mobile masih menjadi hal yang paling penting bagi Facebook. Facebook saat ini merupakan perusahaan publik yang harus membuktikan kepada investor bahwa penggunanya tetap terus mengakses Facebook saat "bergerak".

Usaha Facebook pun tampaknya telah membuahkan hasil. Pada kuartal tersebut, tercatat bahwa sekitar 76,83 persen akun secara aktif mengakses layanan ini setiap bulannya. Sedangkan, rata-rata pengguna aktif harian Facebook dari perangkat mobile mencapai 73,44 persen.

Angka-angka tersebut meningkat dari 40 persen di tahun 2011, 50 dan 60 persen di tahun 2012, hingga akhirnya mencapai angka 70 persen di tahun 2013. Pada tahun 2014 sendiri, angka tersebut diprediksi akan meningkat hingga 80 persen.

Dari segi finansial, Facebook berhasil mendapatkan pendapatan sebesar 2,59 miliar dollar AS pada kuartal tersebut. Nilai tersebut berhasil "mengalahkan" prediksi analis yang memperkirakan Facebook akan mendapatkan pendapatan sebesar 2,33 miliar dollar AS.

Kisah dan Mitos di Balik Logo Apple

Steve Jobs dan Steve Wozniak, bersama memikirkan nama untuk perusahaan mereka. Jobs menginginkan sebuah nama yang sederhana. Sementara Wozniak menginginkan nama itu terdengar keren dan bernuasa elektronik. 

Wozniak lalu mengusulkan nama “Enterprise Computers.”

“Tidak,” Jobs tak suka nama itu, dia sangat menolak. “Tidak boleh berbau StarTrek.” Ia memacu laju mobil yang sedang dikendarai, mengancam akan menabrakannya ke pohon jika sampai nama itu dipakai.

“Baiklah… baiklah… Pelan-pelan,” pinta Wozniak.

Jobs melambatkan laju mobil. Ia menegaskan perusahaan itu butuh nama yang saat seseorang melihatnya, dia ingin membeli produknya. Hening sejenak, dan… terlontar lah nama “Apple.”

Wozniak terkejut. “Apple? Seperti buah?”

“Buah dari kreasi, Apple. Itu sederhana, tapi kuat.”

Demikianlah salah satu adegan di film "Jobs," di mana kedua pendiri Apple itu berdebat untuk memilih nama perusahaan. Nama itu disepakati Jobs dan Wozniak saat keduanya dalam perjalanan menghadiri Homebrew Computer Club, yang kala itu digelar di Stanford University, dan dihadiri para ahli komputer di California, AS. Di sana lah, Wozniak mempresentasikan konsep komputer buatannya.

Dalam sebuah jumpa pers tahun 1981, ada pertanyaan dari jurnalis tentang mengapa Jobs memilih nama Apple. Untuk pertanyaan ini ia menjawab, “Saya suka apel dan suka memakannya. Tapi gagasan utama di balik Apple adalah membawa kesederhanaan kepada masyarakat, dengan cara yang paling canggih, dan itu saja, tidak ada yang lain.”

Meskipun mengusung nama Apple, namun logo pertama perusahaan sama sekali tidak menggambarkan bentuk fisik buah apel.

Logo pertama ini dibuat oleh Ronald Wayne, salah seorang yang turut mendirikan Apple di masa awal pada 1976, yang hendak merepresentasikan hukum gravitasi yang terinspirasi dari buah apel.

Logo dengan warna hitam putih itu menggambarkan Sir Isaac Newton sedang duduk di bawah pohon apel, lengkap dengan latar belakang yang indah. Di atas Newton, ada buah apel yang dikelilingi cahaya putih, terjatuh, dan seakan memberi inspirasi kepadanya tentang hukum gravitasi.

Semua elemen gambar itu dibingkai dengan garis tipis, yang di dalamnya terdapat teks,
“Newton… A mind forever voyaging through strange seas of thought… alone.” Ada pula hiasan banner bertuliskan Apple Computer Co., yang melilit bingkai tersebut.

Akan tetapi, pemakaian logo ini tak bertahan lama.

Jobs, yang mengambil banyak peran di Apple untuk urusan desain, memutuskan untuk menjelajahi sesuatu yang baru untuk logo, sesuatu yang berbeda. Logo pertama dinilai sulit digunakan untuk mereproduksi gambar dalam ukuran kecil, dan logo itu dinilai tidak harmonis dengan komputer Apple yang terkesan modern.

Jobs ingin nama dan logo Apple seakan menyatu.

Jobs dipertemukan dengan desainer bernama Rob Janoff pada Januari 1977. Kala itu, Janoff bekerja sebagai art director di perusahaan humas Regis McKenna, Inc (RMI) yang berbasis di California. Regis McKenna, yang tak lain adalah pendiri RMI, adalah teman dari Mike Markkula, seorang investor awal Apple.

Dimulai dengan apel

Mengapa yang dipilih adalah Janoff? Janoff dikenal memiliki kemampuan mendefinisikan konsep-konsep abstrak menjadi bentuk visual. Salah satu pesan Jobs kepada Janoff adalah, “Jangan membuatnya terlihat lucu.”


Setelah pertemuan itu, Janoff mulai menggambar dengan tangannya sendiri, mendefinisikan konsep, dan membayangkan bentuk buah apel yang nyata. 

Terciptalah sebuah desain ilustrasi tunggal, menggambarkan bentuk apel yang sederhana, lengkap dengan daun kecil yang mengambang. Penambahan pola gigitan pada samping kanan buah didasari atas alasan visual, agar buah itu terlihat seperti apel, bukan ceri, bukan pula tomat.

Pola gigitan pada buah apel itu dipandang Janoff akan dialami semua orang dan lintas budaya. Jika seseorang memiliki apel, maka ia akan menggigit dari samping dan mereka akan mendapatkan hasilnya, dalam hal ini daging buahnya.

Salah seorang direktur kreatif di kantor RMI, memberi tahu kepada Janoff bahwa kata “Bite” yang berarti gigitan, pengucapannya sama seperti “Byte,” yaitu sebuah unit informasi digital dalam sistem komputasi dan telekomunikasi.
Janoff yang tidak memahami istilah dasar komputer terkejut mendengar penjelasan itu. “Yah, Anda tahu, bahwa ada istilah komputer yang disebut 'Byte'. Jadi, rasanya ini seperti sempurna,” tutur Janoff.

Dalam situs web resmi Rob Janoof, ia mengaku seluruh proses desain logo Apple hanya membutuhkan waktu dua pekan, sejak awal pertemuan hingga presentasi desain terakhir.

Saat mempresentasikan desain, Janoff bertemu dengan Jobs, Wozniak, dan Markkula. Ia menyajikan dua versi logo, satu tanpa gigitan, dan satu dengan gigitan. Janoff juga menawarkan beberapa versi warna, yaitu warna solid, metalik, dan versi bergaris.

Warna pelangi dan mitos

Jobs sangat suka desain dengan gigitan, dan warna bergaris. Dipilih lah warna pelangi yang tidak beraturan untuk menghiasi bagian dalam buah. Janoff mengatakan, warna hijau ditaruh paling atas karena di sana ada daun yang selalu berada di atas dari permukaan tanah.

Makna di balik warna pelangi itu adalah, Jobs ingin semua orang di Apple “berpikir beda.”



Apple menyiapkan logo itu untuk peluncuran produk komputer Apple II pada April 1977. Logo kemudian menghiasi semua produk Apple dan dipromosikan lewat iklan di media massa.

Mantan eksekutif Apple, Jean-Louis Gassee, yang juga pendiri Be Operating System (BeOS), mengatakan bahwa logo Apple adalah sebuah misteri baginya. “Salah satu misteri yang mendalam untuk saya adalah logo kami. Simbol nafsu dan pengetahuan, menggigit, semua disilangkan dengan warna pelangi dalam urutan yang salah. Anda tidak bisa memimpikan sebuah logo yang lebih tepat; nafsu, pengetahuan, harapan, dan anarki.”

Selama bertahun-tahun, logo Apple telah mengilhami banyak mitos urban tentang makna dan penciptaannya. Bahkan, mitos di balik logo Apple itu diabadikan dalam berbagai literatur, termasuk buku tentang desain grafis hingga artikel di internet.

Berdasarkan sejumlah analisa, warna-warni pada logo Apple mencerminkan budaya hippie pada 1960-an yang kala itu sedang digandrungi.

Warna-warni pada logo itu juga disebut simbol Bendera Pelangi yang mencerminkan keragaman komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transeksual). Bahkan, ada pula yang mengatakan warna-warni itu merupakan penghormatan untuk Alan Turing, seorang ilmuwan matematika dan komputer asal Inggris, yang ditangkap dan diadili karena tindak pidana homoseksualitas. Pada masa itu, homoseksulitas dianggap mengancam keamanan. Turing lalu bunuh diri pada 1954.

Untungnya, Janoff yang kini masih sehat walafiat dan masih bekerja untuk sebuah perusahaan di Chicago, mau memberi jawaban lengkap tentang analisa logo Apple dan mitos yang dikaitkan kepadanya.

Dalam wawancara dengan CreativeBits pada 2009, Janoff melontarkan alasan mengapa dipilih warna pelangi pada logo. Warna-warni itu merepresentasikan Apple II yang merupakan komputer pribadi atau komputer rumah pertama yang bisa mereproduksi gambar pada monitor berwarna.

“Jadi itu adalah warna bar di layar. Juga, itu adalah usaha untuk membuat logo yang bisa diterima semua orang, terutama generasi muda sehingga Steve bisa membawa mereka ke sekolah-sekolah,” ucap Janoff.

Selain itu, ada pula yang mengatakan, gigitan di apel itu menggambarkan kisah di kitab suci, tentang Adam dan Hawa yang menggigit buah terlarang. Inilah yang disebut Jean-Louis sebagai simbol “nafsu.”

Janoff tidak heran dengan segala mitos itu, karena semua itu telah ia dengar sejak lama. Tetapi, dengan tegas ia membantah segala mitos tersebut. Menurutnya, gigitan itu diaplikasikan agar desain buah apel yang sederhana itu benar-benar terlihat seperti buah apel, dan bukan buah ceri. 

“Aku akan memberi tahumu. Aku mendesainnya dengan gigitan untuk skala (pembeda), sehingga orang yang melihatnya mendapatkan maksud bahwa itu adalah apel, bukan ceri,” kata Janoff kepada CreativeBits.


Logo Apple versi pelangi bertahan selama 22 tahun, dari 1977 hingga 1998. Perusahaan mengganti warna logo setelah Steve Jobs kembali ke Apple, ketika perusahaan berada dalam krisis keuangan. Sejak saat itu, mitos tentang warna-warna pada logo Apple pun hilang.

Ikonik

Kendati mengalami perubahan warna, namun bentuk dasar logo Apple tidak berubah. Warna pada logo Apple akan terus mendefinisikan produk-produk Apple di masa depan.

Janoff menilai perubahan warna pada logo Apple terlihat baik dari masa ke masa. Setiap warna dan garis memenuhi tujuan dan sesuai dengan kondisi saat itu. Ia percaya Jobs sangat sadar akan desain, dan Apple memiliki tim desain grafis serta desain industri yang kuat.

“Bentuk apelnya berubah sedikit dari desain asli saya di awal 1980-an. Perusahaan desain Landor & Associates yang membuat perubahan itu. Mereka pakai warna cerah, mereka membuat bentuk yang lebih simetris, jauh lebih geometris,” kata Janoff.

Di industri teknologi, Janoff juga pernah mengerjakan desain untuk IBM dan Intel.

Janoff sendiri menyukai karakter desain logo yang sederhana, contonya desain logo Volkswagen, NBC, dan FedEx. Ia menyukai logo yang ada hubungannya antara ruang positif dan negatif, di mana akan ada sesuatu yang terungkap di sana.

“Logo biasanya harus ditafsirkan dari hal yang sangat-sangat kecil, hingga yang sangat-sangat besar, dan itu tidak selalu mudah. Jadi, saya pikir kesederhanaan dan mudah dibaca adalah kunci,” terangnya.

Terlepas dari mitos-mitos yang beredar tentang logo Apple, desain Apple karya Janoff diakui sebagai salah satu logo perusahaan paling ikonik di dunia, abadi, dan terbukti bertahan selama 37 tahun hingga tahun 2014 ini.

Logo Apple sangat mudah ditafsirkan. Inilah alasan mengapa Apple tak pernah menaruh keterangan nama perusahaan di sekitar logonya. Janoff berhasil memberi identitas untuk Apple, yang sederhana, tapi kuat, sesuai keinginan Jobs.

Sony Bantah Vaio Mau Dipinang Lenovo

Beberapa waktu lalu, media Reuters mengabarkan bahwa Lenovo tengah melakukan pembicaraan dengan Sony. Dalam pertemuan tersebut, digosipkan bahwa Lenovo ingin membeli bisnis PC atau komputer milik perusahaan asal Jepang tersebut.

Tidak lama setelah berita tersebut beredar, Sony langsung angkat bicara. Seperti dikutip dari Reuters, Senin (3/2/2014), pihak Sony terang-terangan membantah rumor rencana akuisisi divisi PC tersebut.

"Pada awal Februari 2014, ada kabar yang menyatakan Sony sedang berdiskusi dengan Lenovo terkait joint venture untuk bisnis PC," kata Sony. 

"Seperti yang telah Sony umumkan sebelumnya, Sony terus melanjutkan untuk memikirkan beberapa pilihan untuk bisnis PC, tetapi laporan pers mengenai hal tersebut antara Sony dan Lenovo tidaklah akurat."

Sebelumnya, pihak Sony memang telah mengumumkan akan merevisi strategi produk untuk unit Vaio, nama seri PC Sony, karena mengalami kemerosotan di bisnis PC. Merosotnya bisnis tersebut terjadi karena kalah bersaing dengan smartphone dan tablet.

Lenovo sendiri masih sangat bergantung pada bisnis PC-nya. Bisnis PC menyumbang sekitar 80 persen dari pendapatan perusahaan. Meskipun begitu, Lenovo masih ingin mencari peluang di bisnis perangkat lain.

Adapun, Lenovo tampak sangat agresif dalam "berburu" perusahaan besar. Beberapa saat lalu, perusahaan China ini telah berhasil mengakuisisi Motorola dari Google dengan "mahar" sebesar 2,9 miliar dollar AS.

BlackBerry Gratiskan Game dari EA

KOMPAS.com - Pada bulan Februari ini, semua perangkat berbasis BlackBerry 10 dapat mengunduh game dari EA Games secara cuma-cuma. Game-game tersebut sudah bisa didapatkan melalui BlackBerry World sejak awal bulan ini.

Adapun judul-judul game yang tersedia akan berbeda di setiap seri perangkatnya. Sebagai contoh, game populer Plants vs. Zombies akan tersedia di BlackBerry Z10, tetapi tidak akan hadir di BlackBerry Q10.

Kemungkinan, perusahaan asal Kanada ini membedakan judul game yang tersedia berdasarkan jenis perangkat. Sekadar catatan, saat ini ada dua jenis perangkat BlackBerry 10, yaitu dilengkapi dengan keyboard fisik (BlackBerry Q10 dan Q5) dan layar sentuh penuh (BlackBerry Z10 dan Z30).

Promosi game gratis ini tidak tersedia secara global. Hanya beberapa negara tertentu saja, Indonesia masuk di dalamnya, yang bisa menikmati promo tersebut.

Berikut dukungan game yang tersedia di masing-masing perangkat, seperti dikutip dariPhone Arena, Senin (3/2/2014).

BlackBerry Z10: Battleship, Bejeweled 2, Boggle, Dead Space, Flight Control Rocket, Monopoly Millionaire, Mass Effect: Infiltrator, NBA: Jam, Need For Speed: Undercover, Plants vs. Zombies, SimCity Deluxe, THE GAME OF LIFE, MONOPOLY, YAHTZEE, Tetris

BlackBerry Z30: Bejeweled 2, Dead Space, NBA: Jam, Plants vs. Zombies

BlackBerry Q10: Battleship, Bejeweled 2, Boggle, Monopoly Millionaire, Need For Speed: Undercover, Tetris,THE GAME OF LIFE, MONOPOLY, YAHTZEE.

Minggu, 02 Februari 2014

2013, Laba Facebook Capai Rp18 Triliun

VIVAnews - Siapa yang tidak kenal Facebook? Dalam 10 tahun, situs jejaring sosial itu menjelma jadi media sosial terkuat di Bumi. Jumlah penggunanya kini menembus 1,2 miliar. Kalau dibuat negara baru, Facebook jadi negara dengan populasi terbesar kedua setelah China.

Lalu, apa yang sudah dicapai Facebook di usianya yang menginjak satu dekade?

Menutup tahun 2013, Facebook mengumumkan telah berhasil mencetak laba sebesar US$1,5 miliar (setara Rp18,31 triliun).

Pendapatan Facebook mencuat di tiga bulan terakhir, yang mana situs jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg itu mengantungi US$523 juta (Rp6,38 triliun), meroket US$64 juta dibandingkan akhir tahun 2012.

Facebook mengatakan keuangannya gemilang karena didongkrak pendapatan iklan yang menembus US$2,34 miliar (Rp28,5 triliun), naik 76 persen dibandingkan tahun 2012. Khusus iklan mobile dilaporkan terdongkrak hingga 53 persen.

Di segi jumlah pengguna pun Facebook masih banyak peminat. Pengguna aktif FB sehari-hari mencapai 757 juta akun pada Desember tahun 2013, naik 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Facebook menutup tahun 2013 dengan pencapaiannya yang sangat memuaskan," kata Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook, dikutip V3, Sabtu 1 Februari 2014.

"Kami siap menyambut dekade berikutnya dan terus berupaya menghubungkan Facebook ke seluruh dunia," ucapnya.

Melihat kinerja periklanan mobile yang kian seksi, Zuckerberg mengatakan, perusahaan akan fokus pada pengembangan seputar jagat mobile beberapa tahun ke depan.

"Secara keseluruhan, tahun 2013 adalah tahun yang penting bagi kami. Jika tahun 2012 menjadi titik balik dari produk utama PC ke produk mobile, maka tahun 2013 adalah saatnya berpaling ke bisnis mobile," tutur Zuckerberg.

"Saya harap tahun 2014 akan menjadi tahun di mana kami bisa mulai mengantarkan pengalaman baru pada pengguna Facebook ke ponsel dan tablet mereka, yang belum pernah ada sebelumnya," tandasnya.